Sabtu, 28 Desember 2013

ADAKAH CINTA YANG SALAH?

MASUK DENGAN SENYUM SEMRINGAH DAN LANGSUNG MENUJU TITIK TERDEPAN PANGGUNG

Selamat siang rekan-rekan seperjuangan yang hari ini merasakan sensasi bermain monolog, sudah puas dengan penampilan kalian? Sudah yakin mendapatkan nilai A dari ibu dosen? Belum yakin dan belum puas? Yaa.. Sama seperti saya di sini yang tampil dihadapan kalian semua (tersenyum sinis)

DUDUK DI KURSI MENIKMATI SECANGKIR KOPI.

Kalian semua di sini pasti mengetahui cerita rakyat sangkuriang, yang mencintai ibunya sendiri. Yaa? Apakah dia salah soal mencintai ibunya sendiri?
Salah? Kenapa bisa salah?

MINUM KOPI KEMUDIAN BERDIRI DAN MENUJU KE DEPAN PANGGUNG

Mungkin saya orang yang membela sangkuriang jika ia dikatakan salah karena mencintai ibunya sendiri! Saya pikir sangkuriang tidak salah dengan itu semua. Coba beri satu alasan mengapa kalian bilang sangkuriang itu salah?

Yaa. Mungkin tidak asing lagi kata ini di telinga kalian, “soal cinta”, Saya yakin di usia seperti ini kalian sudah merasakan keberadaan cinta? Entah cinta itu dari pasangan kalian, dari teman-teman kalian, atau dari orang tua kalian? Itu semua normal..
Begitu pula dengan kalian yang mencintai seseorang? Itu Normal..
Kalian mencintai teman kalian? Itu sangatlah wajar..
Kalian mencintai orang tua kalian? Itu memang diharuskan, karena cinta pertama dan terakhir adalah untuk Beliau berdua.

Tapi apa yang salah dengan cinta ini? (tersenyum sinis)
Cinta tak pernah salah datangnya kepada siapa, cinta tak pernah mempermasalahkan kepada siapa ia bersinggah..
kapan ia datang,
kapan ia pergi.
Sekali lagi tak ada yang salah dalam nama cinta.


Pernah jatuh cinta yang salah?
Dengan siapa?
Kenapa bisa salah?
Ingat, cinta tak pernah salah!
Kenapa kalian bilang kalau pernah jatuh cinta yang salah?
Salah karena jatuh cinta dengan hewan? Itu normal!
Salah karena jatuh cinta kepada sesama jenis? Itu masih normal!
Terus jatuh cinta yang salah dengan siapa? Kenapa kalian diam? Saya bertanya..

MENGUSAP KERINGAT SAMBIL MENYERUPUT KOPI LAGI (KEMBALI DUDUK)
TERDIAM SEJENAK..
MENDENGAR SUARA ANJING DARI SAMPING PANGGUNG

Hei itu suara anjing siapa? Tidak tahu apa saya sedang berbicara di depan orang banyak!
Hei, itu suara anjing siapa? Kau tak bisa membuat anjingmu terdiam?
Hei apakah kau tak mendengar pembicaraanku? Suruh anjingmu diam!

BERDIRI SAMBIL MENUJU KE SUMBER SUARA

Hei suara anjingmu mengganggu sekali, tolong suruh dia pergi! Pergi menjauh dari tempat ini!
Hei... Kau tak bisa menyuruh anjingmu pergi?
Apakah kau begitu mencintai anjingmu? Sampai tak tega menyuruh ia pergi?
Yaaa.. setidaknya suruh ia diam sebentar saja lah!
Hei! Kalau anjing itu mencintai engkau, ia akan melakukan apa yang kau perintahkan!
Tapi kenapa anjing itu tetap bersuara?
Hei suruh anjingmu itu diam!
Bukankah kalau kau cinta anjingmu, dan anjingmu cinta kau. Kalian harus saling mengerti? Tapi mengapa anjing itu tak menurut apa katamu?
Sudah suruh ia terdiam! Kalau tidak, suruh dia pergi dari sini!
(suara anjing sudah terdiam)

NAH! Begini lebih baik!
Apalah arti mencintai sesuatu, tapi ia tak pernah mengerti kemauan kita?
Kalau kita yang mengerti saja, dan ia tak pernah mengerti. Buat apa cinta itu ada?
Bukankah cinta harus saling mengerti? INGAT!
Yaa.. Bisakah itu disebut cinta yang salah? Yaa mungkin bisa...

Sulit memang melepas sesuatu yang kita cintai!
Karena cinta sejatinya saling menguatkan, bukan melepaskan!
Melepaskan yang tak pasti? Ya itu memang harus!
Buat apa mempertahankan cinta yang tak pasti ujungnya? Kita sudah dewasa! Tahu mana yang terbaik buat kita. Jangan kau berlarut-larut dengan sesuatu yang itu-itu saja. Toleh sekitarmu, masih banyak yang mencintai kita dan tentunya yang membutuhkan cinta kita.

Apakah di dalam cinta harus ada saling paksa-memaksa?
Ya mungkin ada, dalam keadaan tertentu kita harus memaksa sesuatu yang kita cintai! Itu pasti! Sekali lagi itu demi cinta, cinta bisa mengubah segalanya!
Menyuruh anjing tadi pergi dari sini? Itu sulit kalau si pemilik benar-benar mencintainya? Tapi pada kenyataannya? Si pemilik tetap menyuruh anjing itu pergi meninggalkannya. Yaa sekali lagi buat apa mempertahankan cinta kalau ujung-ujungnya ada yang tersakiti? Keduanya tidak saling mengerti ?


Kadang cinta memang bersyarat, itu bukan cinta yang memintanya. Tapi orang yang disinggahi yang memintanya.
Cinta memang gratis ketika mendapatkannya, tapi ketika memperjuangkannya? Tak jarang kita bertarung dengan orang lain, bersaing mendapatkannya.
Cinta memang nikmat jika cinta itu  benar-benar tepat kepada orang yang disinggahinya, tapi tak jarang demi memperjuangkan orang yang tepat itu kita melakukan apa saja yang harus dihadapi. Ya, memang cinta butuh pengorbanan.

Pernah mempunyai rasa cinta kepada Orang tua? Saya yakin semua pasti merasakan cinta yang lebih kepada orang tua. Terutama sosok ibu.
Ibu memang cinta pertama dan terakhir, tak bisa dijelaskan dengan banyak kata apa saja yang sudah dilakukan ibu terhadap kita, yang terbaik demi kita selalu Beliau lakukan. Itu karena apa? Itu karena Ibu juga mencintai kita dengan sepenuh jiwa.

Memang, terkadang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Semua harus sesuai porsi dan takarannya. Namun jika keadaan yang membuat kita bersikap lebih? Kita bisa apa?
Mencintai ibu sendiri seperti cerita sangkuriang apakah salah?
Siapa yang mengatakan salah?
Mengapa bisa disebut salah?
Yaaa... Saya sependapat dengan kalian.
Sangkuriang dan rasa cintanya tak salah, yang salah adalah keadaan!
Yaaa keadaan yang memaksanya untuk berbuat seperti itu, ia ingin mempunyai status sebagai suami istri, yang tak lain tak bukan istri yang diidamkan adalah ibunya sendiri.

Apakah cinta memang harus berujung pada status yang pasti?
Bukankah akan percuma jika ada status tapi salah satu masih merasa tersakiti?
Bukankah akan percuma jika ada status tapi salah satu masih merasa kecewa?
Bukankah akan percuma jika ada status tapi salah satu masih merasa sepi?
Bukankah akan percuma jika ada status tapi salah satu masih merasa sendiri?
Tapi memang benar, jika cinta mempunyai tujuan akhir. Yaa status yang pasti!

Memang tak semudah membalikkan telapak tangan ketika memperjuangkan status dalam bercinta. Cinta bisa mengubah segalanya, mengubah pola pikir orang yang disinggahinya, sangkuriang bersedia membuat sampan dan membendung sungai citarum demi sebuah status perkawinan dengan wanita yang ia cintainya.
Namun mengapa ia gagal dalam menggapainya? Ya sekali lagi karena cinta harus saling mengerti keduanya. Cinta harus ada usaha dari setiap individunya, kalau hanya sangkuriang yang usaha, dan wanita itu tak ikut usaha, berarti wanita itu tak mencintainya.
Buat apa memperjuangkan cinta kepada orang yang tidak mencintai kita?
Buat apa memperjuangkan cinta kepada orang yang bukan seharusnya menjadi milik kita?

Yaaa.. Cinta memang kejam, bisa mengalahkan tajamnya samurai dari jepang.
Bisa mencincang hati atau perasaan seseorang ketika gagal dalam bercinta.
Bisa membuat yang kuat menjadi tak berdaya sama sekali di hadapan cinta.
Ya itulah cinta, kadang manis, kadang kejam, kadang tak pasti.
Tapi sekali lagi tak ada yang salah dalam nama cinta....



...SELESAI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar