Ketika cakrawala bangun dari tidurnya, ketika itu pun aku bangun dari perjalanan alam bawah sadar. Meskipun sangat malas untuk bangun, namun sorot sinar cakrawala itu pun selalu menerkam wajahku yang tak ingin bergegas dari tempa tidur. ku lihat dari jendela teman-temanku sudah beranjak dari kamar mereka masing-masing, bergegas mempersiapkan diri untuk pergi ke kampus mereka tercinta, Universitas Negeri Malang.
Ketika itu juga aku mencari-cari benda yang selalu pertama kali ku pegang saat bangun dari tempat tidur, ya HP namanya. Ku cari di meja, ku cari di sebelah tempat tidur namun tak kunjung ku temukan. Dan ketika suatu momen dimana HP itu berbunyi, bergegas pula aku mencari dimana sumber bunyi tersebut. Ternyata, HP tersebut tertindih lembutnya bantal yang selama ini menemaniku saat pergi liburan ke alam bawah sadar. Seketika itu juga aku melihat banyak pesan masuk yang ada di HP Nokia 5233, dan hari ini adalah hari Senin, 16 Januari 2012. Yaah! Hari dimana aku harus menempuh kuliah semester 2, namun dibalik itu, hari ini juga teramat spesial bagi diriku yang sendiri ini. Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-18 tahun, yang pada usia inilah aku bisa dikatakan jauh lebih dewasa dibanding usia yang sebelumnya. Tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa aku sudah terlahir di dunia ini selama 18 tahun, dikelilingi oleh orang-orang yang baik hati, dan tak jarang pula orang yang jahat. Namun, itu semua tak lepas dari kasih sayang kedua orang tua yang tak henti-hentinya memberikan inspirasi, motivasi untuk lebih sukses kedepannya buat aku sendiri.
Pesan singkat yang sudah masuk di handphone ini semua dari teman-teman sebaya, adik kelas ataupun dari kakak-kakak tingkat, dan 1 pesan yang mungkin itu teramat spesial bagiku adalah pesan dari bunda tersayang, karena pada saat ini aku tinggal di kost, yang jauh dari mereka berdua. Tetapi walau terasa jauh, namun aku tak kurang kasih sayang, karena beliau selalu menelpon atau sekedar sms aku hanya untuk menanyakan “gimana kuliahnya nak?” “sudah makan?” “sudah sholat?” “lagi apa?”, pesan-pesan singkat itulah yang selalu menghiasi handphone ini, dan dengan senang hati pula aku menjawab semua pesan-pesan itu, tak jarang pula aku menelpon balik ayah bunda yang berada di mojokerto. Pesan ucapan selamat ulang tahun itu kurasa begitu hangat sapaan dari bunda. Dan inilah isi pesan singkat tersebut.
“Slmt HUT ke 18 smg dg bertambahnya usia bertambah dwsa mneentukan sgala hal. Bertambah kuat rasa iman & taqwanya dan smg ALLAH SWT slalu mlindungi kslamatan, ksehatan & slalu memberi pnjang umur srta kbrhasilan padamu. Happy Birthday To You. Kami sekeluarga selalu menyayangimu.”
**********
Pesan singkat dari teman-teman pun banyak yang menghiasi handphone pagi hari itu, mereka mengucapkan selamat ulang tahun, dan mendoakan aku yang sedang ulang tahun ini. Banyak doa-doa yang terpanjatkan, namun dari semua doa itu pula ada selipan doa yang menurutku sedikit mengejek. “semoga cepet dapat jodoh” ahh, kata-kata itu selalu terlintas melewati benak kepalaku, bahkan sempat melintas di batas bawah alam sadarku. Mungkin anak itu baik, mendoakan aku yang segera mendapatkan jodoh saat 18 tahun ini, namun itu semua berbalik dengan apa yang aku rasain selama ini, meskipun aku tak mempunyai pacar. Aku tak kurang sahabat yang bisa saling berbagi cerita, berbagi kesedihan dan berbagi kebahagiaan. Namun tak jarang pula aku hanya membutuhkan sahabat ketika aku lagi sedih saja. Karena banyak pula orang yang datang ke kita kalau ada maunya saja, kalau lagi ada masalah.
Namun, ketika masalah itu sudah teratasi, maka tak sedikit mereka yang meninggalkan kita begitu saja. Aku binggung dengan arti sahabat itu sendiri. Menurutku sahabat itu abstrak tak bisa didefinisikan seperti rumus-rumus fisika, sahabat itu layaknya sebuah lukisan, yang mempunyai nilai-nilai yang berbeda terhadap orang yang mengartikannya. Sahabat itu tidak instan, butuh keterkaitan antar 1 dengan lainnya, butuh penyesuaian mana hal yang tak kita sukai dan hal yang kita sukai, sahabat harus mengetahui itu. Karena sahabat juga harus mengetahui mana sesuatu itu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Kadang sesuatu itu kita anggap baik kadang pula orang lain menganggap itu buruk dan sebaliknya. Semua kembali pada siapa saja yang memandang nilai itu sendiri.
Saat ini aku tak tahu, aku resah dan aku ingin sesegera mungkin mengetahui siapa sahabatku. Apa perempuan? Ataukah laki-laki? Itu tak penting, yang penting hanyalah hati dan totalitas terhadap diri kita masing-masing, yang hadir tak hanya ada maksud tertentu melainkan yang mampu hadir di setiap saat ketika kita butuh.
Semoga saja dengan bertambahnya usiaku sekarang, sahabat itu hadir dengan sendirinya. Tanpa harus memilih-milih dan membanding-bandingkan kelebihan dan kekurangan seseorang.
*************
Terima kasih buat Allah SWT yang mengizinkan hambamu ini merasakan umur 18 tahun, semoga tak sampai ini saja, semoga Engkau beri hambamu ini umur yang panjang dan sehat selalu dan yang terbaik buat semuanya.
Terima kasih buat Ayah, Ibu dan Adik yang selalu hadir dan mewarnai kehidupanku selama ini, yang selalu memberikan masukan-masukan yang mendorong untuk lebih baik, terutama Ayah dan Ibu. Semoga anakmu ini tak mengecewakanmu disuatu saat. Amin. i love you !
Terima kasih buat Bapak dan Ibu guru, yang selalu setia mengajar saya untuk memperolah ilmu yang bermanfaat, yang kelak bisa aku terapkan dalam kehidupanku kedepannya. Ilmu-ilmu itu insyaallah selalu bermanfaat, dan semoga anak didikmu ini menjadi orang yang sukses dan mampu menggantikanmu kelak menjadi pengajar yang baik. Amin.
Terima kasih buat teman-teman yang selama ini sudah mau berteman dengan saya, sudah mengajarkan banyak arti kehidupan, mengajarkan kebaikan, mengajarkan sedikit kenakalan yang wajar untuk anak usia seperti kita. Semoga pertemanan kita tak putus sampai disini dan semoga silaturrahmi selalu terjalin diantara kita. Amin.
Terima kasih buat seseorang yang sudah menyayangiku dan menyakitiku.
Dan 1 lagi semoga di usia 18 tahun ini saya masih bisa melihat kedua orang tua saya yang menunaikan ibadah haji, semoga ya allah! Karena ingin sekali melihat beliau berdua bahagia dengan menunaikan rukun islammu yang ke 5 itu :)
“Jangan berubah tuk menyenangkan seseorang. Berubahlah karena buatmu pribadi yg lebih baik dan bawamu ke masa depan yg lebih baik.”
*************
nb : maaf kalau tulisan ini tidak berkenan, karena ini tulisan hanya untuk mengisi waktu luang ketika mengecharge laptop selama 2 jam :) terima kasih.