Lanjut, lantas bagaimana suami bisa dikatakan sudah membahagiakan istri atau belum? Apakah harus membelikannya rumah? Apakah harus mengajaknya berlibur keliling dunia? Ataukah dengan mengajak berbelanja sepuasnya entah emas ataupun segala kebutuhannya. Ya, menurut saya banyak sekali cara untuk membahagiakan istri seperti halnya mengajaknya sekadar keluar sore untuk menghabiskan waktu dengan anak, masak atau makan bersama sambil menikmati hari libur, memberikan kejutan di hari spesialnya.
Saya yakin tidak ada suami di dunia ini yang tak ingin istrinya terlihat bahagia, bagaimanapun caranya pasti suami akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Tapi yang harus diketahui adalah setiap suami punya kapasitas yang berbeda dan kemampuan yang berbeda untuk membahagiakan istri, mungkin ada suami yang menganggap mengajak keluar istri bermain itu hal yang mampu diperbuat, yauda nikmati dan ucapkanlah terima kasih. Atau halnya ada suami yang mampu mengajak istri berlibur di suatu tempat dan menginap di hotel, ya terimalah dengan senang hati.
Setiap orang punya cara berbeda, yang jelas jangan membandingkan kebahagian orang dengan apa yang kalian lihat. Ya jelas berbeda bahagianya orang ekonomi menengah dengan ekonomi atas. Dan jangan lupa bersyukur jika kalian memiliki suami yang peka terhadap pekerjaan rumah, ini bukan mengesampingkan suami yang bisnis sering keluar kota. Tapi, ada beberapa suami yang masih mau mengerjakan kegiatan rumah seperti nyuci baju, jemur pakaian, masak, setrika dst. Memang suami dan istri wajib saling support, tapi sekali lagi bersyukurlah jika memiliki laki-laki yang seperti itu.
Lantas apakah hanya istri yang wajib dibahagiakan? Apakah suami juga perlu?
Saya rasa setiap laki-laki kadar bahagianya berbeda dengan perempuan.
Kadang istri pulang kerja capek, alhasil kegiatan rumah tangga ada yang sedikit terabaikan contoh kecil menyiapkan makanan suami. Ya hakikatnya Ibu memang tidak bisa ada tandingannya, balik lagi yaitu merawat si kecil dan menyiapkan kebutuhan rumah tangga.
Jadi kalau ngikutin capek semua orang pasti capek. Hanya saja porsi Ayah dan Ibu memang berbeda..
Balik lagi, suami apakah harus bahagia? Jelas.
Karena suami juga manusia biasa yang kadang ingin mendapatkan yang dia suka, ya banyak dari mereka hanya ingin istirahat seharian ketika weekend berselonjoran menikmati hari libur tanpa harus melakukan aktivitas berlebihan seperti hari biasanya. Ya itu sudah membuat mereka bahagia. Kadang, disiapkan makanan favoritnya ketika pulang kerja itu juga membuat dia bahagia, apalagi jika pulang kerja terlambat tanpa dicecar pertanyaan dan dipandang negatif itu juga bisa membuatnya bahagia dan merasa dihargai.
Ya namanya sudah berumah tangga, kadang masalah silih berganti. Yang jelas bagaimana menyikapinya agar tetap sejahtera dan harmonis.
Terima kasih untuk para istri dimanapun kalian berada yang sudah berusaha jadi ibu yang terbaik, ingat pengorbanan kalian sudah ada jaminan surga. Dan terima kasih juga para suami yang sudah berupaya bisa membahagiakan istrinya.
Saya yakin tidak ada suami di dunia ini yang tak ingin istrinya terlihat bahagia, bagaimanapun caranya pasti suami akan berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya. Tapi yang harus diketahui adalah setiap suami punya kapasitas yang berbeda dan kemampuan yang berbeda untuk membahagiakan istri, mungkin ada suami yang menganggap mengajak keluar istri bermain itu hal yang mampu diperbuat, yauda nikmati dan ucapkanlah terima kasih. Atau halnya ada suami yang mampu mengajak istri berlibur di suatu tempat dan menginap di hotel, ya terimalah dengan senang hati.
Setiap orang punya cara berbeda, yang jelas jangan membandingkan kebahagian orang dengan apa yang kalian lihat. Ya jelas berbeda bahagianya orang ekonomi menengah dengan ekonomi atas. Dan jangan lupa bersyukur jika kalian memiliki suami yang peka terhadap pekerjaan rumah, ini bukan mengesampingkan suami yang bisnis sering keluar kota. Tapi, ada beberapa suami yang masih mau mengerjakan kegiatan rumah seperti nyuci baju, jemur pakaian, masak, setrika dst. Memang suami dan istri wajib saling support, tapi sekali lagi bersyukurlah jika memiliki laki-laki yang seperti itu.
Lantas apakah hanya istri yang wajib dibahagiakan? Apakah suami juga perlu?
Saya rasa setiap laki-laki kadar bahagianya berbeda dengan perempuan.
Kadang istri pulang kerja capek, alhasil kegiatan rumah tangga ada yang sedikit terabaikan contoh kecil menyiapkan makanan suami. Ya hakikatnya Ibu memang tidak bisa ada tandingannya, balik lagi yaitu merawat si kecil dan menyiapkan kebutuhan rumah tangga.
Jadi kalau ngikutin capek semua orang pasti capek. Hanya saja porsi Ayah dan Ibu memang berbeda..
Balik lagi, suami apakah harus bahagia? Jelas.
Karena suami juga manusia biasa yang kadang ingin mendapatkan yang dia suka, ya banyak dari mereka hanya ingin istirahat seharian ketika weekend berselonjoran menikmati hari libur tanpa harus melakukan aktivitas berlebihan seperti hari biasanya. Ya itu sudah membuat mereka bahagia. Kadang, disiapkan makanan favoritnya ketika pulang kerja itu juga membuat dia bahagia, apalagi jika pulang kerja terlambat tanpa dicecar pertanyaan dan dipandang negatif itu juga bisa membuatnya bahagia dan merasa dihargai.
Ya namanya sudah berumah tangga, kadang masalah silih berganti. Yang jelas bagaimana menyikapinya agar tetap sejahtera dan harmonis.
Terima kasih untuk para istri dimanapun kalian berada yang sudah berusaha jadi ibu yang terbaik, ingat pengorbanan kalian sudah ada jaminan surga. Dan terima kasih juga para suami yang sudah berupaya bisa membahagiakan istrinya.
Malang, 1 Desember 2019
Pukul 08.17 WIB
