Minggu, 29 Desember 2013

MEMANG INDAH, TAPI?

Dingin pagi ini begitu terasa
Tepat pukul dua dini hari aku baru menginjak rumah
Sungguh melelahkan namun begitu menyenangkan
Menikmati sabtu malam di penghujung tahun bersama teman lama
Sekadar bercanda, membahas apa saja yang ada di antara kita
Guyonan ala mahasiswa yang menyeruak di antara lalu lalang kendaraan yang lewat
Asap rokok mengitari kita semua, tapi itu semua adalah bagian dari kita
Meski aku sendiri tidak menikmati asap itu
Tapi itu tak berarti dibanding kebersamaan kita malam ini, Kawan...

Di sisi lain...
Ya.. Suasana seperti ini yang membuat aku sedikit terlena
Mengabaikanmu, tanpa mengabarimu sebelumnya
Ya.. Entahlah,
Yang jelas aku sudah berusaha membagi waktuku
Maaf sudah membuatmu menunggu kabar dariku
Aku terlalu asik bercengkrama dengan kawan-kawanku
Hanya sekadar melepas rindu setelah sekian bulan tak bertemu
Demi menimba ilmu untuk masa depan yang lebih maju

Maafkan aku.
Selamat istirahat untukmu.

                                                                                                                    
                                                                          29 Desember 2013, 03.03




                                                                                    

Sabtu, 28 Desember 2013

RINDU INI

“Tepat seminggu kita menahan rindu
Ingatkah kau sabtu lalu?
Melepasku dengan pelukan hangatmu?
Menggambar cerita di dinding kamarku
Bercumbu kasih denganku
Ah aku merindukan suasana seperti itu...

Kesayanganku..”

PERCAYALAH..

Hanya ada sedikit bintang malam ini, mungkin karena kau sedang jatuh cantiknyaa..
Di malam hari, menuju pagi. Sedikit cemas, banyak rindunya... Miss you so
Semakin malam, semakin dingin, semakin kangen, dan semakin menikmati suasana seperti ini sampai tanggal yang ditentukan...
Ada yang tidak pernah tergambarkan oleh kata saat kita berdua, tapi tingkah laku kita. Menandakan kalau kita itu sama-sama jatuh cinta..
Kita berdua diantara kata yang tak terucap, berharap waktu membawa keberanian untuk memberikan jawaban yang sebenarnya...
Aku ingin berjalan bersamamu sehabis hujan dalam malam yang gelap, menikmati suasana malam dengan cara kita, cara yang teramat istimewa..
Aku yakin, malam ini kita sekarang sama-sama menikmati jarak dan waktu yang teramat istimewa, sama-sama berkhayal dengan cara kita. Iya..
Mndengarkan lagu favorit kita, saling mengirim psan singkat yg begitu menyegarkan jiwa. Sesekali rayu manja yg membuatku semakin tak berdaya
Entahlah, aku selalu menikmati semua, selalu merasa bahagia walau lewat candaan yg tak semestinya, kelakuanmu. Ah singkat kata ku bahagia..
Jgn jadikan jarak & waktu sbagai alasan. Kita masih tetap bisa berkomunikasi, bercanda, menikmati semua yg ada dengan cara kita, percayalah!

Selamat malam {}

SENJA TERBALUT HUJAN

Senja tetap berwana jingga
Memancarkan pesona seperti biasa
Mengiringi indahnya rembulan yang mulai nampak
Senja tetap istimewa
Membuat suasana menjadi lebih memesona
Menyapa hati yang meragukan indahnya cinta

Senja menyapa dengan indahnya
Derai hujan meneduhkan jiwa yang lelah
Merona jingga dalam senja
Terbuai aku dalam rindu dan cinta
Sore ini
Kunikmati senja bersama butir-butir air dari semesta
Sungguh menenangkan jiwa dengan segala pesonanya
Sore ini, senja terbalut hujan....



LAMBANG SEBUAH PENGHORMATAN

Kalaukah kamu peduli dan cinta
Lakukanlah!
Kalaulah kamu cuek dan benci
Tinggalkanlah!
Kalaukah kamu punya rasa yang sama
Ikutilah!
Kalaukah kamu tak peduli sengan semua
Pergilah!
Kepalkan tangan dan taruh di dada sebelah kanan
Lambang sebuah penghormatan
Kasih dan cinta kita kepada semesta
Semesta yang mempertemukan kita semua
Aku, kamu, kalian semua saudara
Bersama mewarnai Fakultas Sastra
Maka nyanyikanlah hymne sastra menggema dan membahana
Diantara rimba kata bagai selaksa mutiara

Bertabur menghias persada!

KARENA CERITA PUNYA RASA

Ketika rasa sudah menjadi satu
Ketika satu menjadi bersatu
Ketika bersatu menjadi cerita
Ketika cerita menjadi sebuah keluarga
Ketika keluarga menjadi saudara
Ketika sudara menyatu dengan rasa
Ketika keluarga menyatu dengan cerita
Hadirlah keluarga yang menyatu dengan cerita segala rasa

Kami sebut itu Fakultas Sastra

HUJAN MEMBELAI KERINDUAN

Kudapangkan tangan
Dan kusentuh rintikan hujan
Menjadi peneman
Di kala hatiku ditampar rawan kerinduan

Hujan
Rintik-rintikmu ku rasakan, beralunan
Berderaian di telapak tanganku, berguguran
Mengiringi simponi alam di jiwaku yang kegersangan
Bertiup kembali sebuah pengharapan

Hujan
Kau hadir ketika jiwaku di lambung kerinduan
Yang telah sekian lama menanti dengan penuh harapan
Akan belaian kasih sayang, sebuah rontahan impian


SEMESTA MERESTUI


Aku tahu aku punya rencana
Punya tekad yang kuat yang meronta
Punya niat yang hebat yang mengiringinya
Tapi semua itu takkan berarti
Jika satu ini tak mengiringi
Ya! Restu dari semesta..
Semoga semesta senantiasa merestui semua usahaku
Aku percaya itu
Karena semesta ini hanya satu!

Dia lah Tuhanku!

HANYA INGIN PULANG

Ingin ku beranjak dari sini
Sebongkah rindu sudah tak bertepi menghiasi relung hati
Akankah aku bisa kembali?
Ingin ku segera mengakhiri semua ini
Bertemu mereka yang selama ini ada di hati
Anakmu ini merindukanmu Abi, Umi

MASIHKAH KAU INGAT?

Masihkah kau ingat ketika kita bermesraan?
Masihkah kau ingat ketika kita duduk berduaan?
Masihkah kau ingat ketika kita berciuman?
Masihkah kau ingat saat aku kau putuskan?
Masihkah kau ingat saat aku kau duakan?
Masihkah kau ingat saat aku begitu saja kau tinggalkan?
Masihkah kau ingat kau memohon untuk balikan?
Masihkah kau ingat janji manismu yang kau lontarkan?
Masihkah kau ingat semua itu tidak sesuai harapan?
Masihkah kau ingat aku menangis di pinggir jalan?
Masihkah kau ingat aku terdampar disebuah kerinduan?
Masihkah kau ingat aku meronta ketakutan?
Masihkah kau ingat itu semua?


DALAM KERUH KASIHMU

Mimpiku basah bersama butir-butir hujan
Ketika hati mencari rindu
Pada cinta dibias angin
Dan kaulah angin itu
Melimparnya bagai serpihan kristal
Kering dalam rintik embun
Sebelum sempat mengaksarakan tafsir
Untuk ku julang di pundak setia

Pada birai sebuah sayang
Hanya tangis mampu memujuk kalbu
Dalam menjejaki segugus rindu
Yang kucampakkan di luar mimpimu
Demi sebuah kata cinta
Yang ku angkat martabatnya
Dalam keruh kasihmu




LANTAS BAGAIMANA?

Aku kangen kamu
Tapi kamu kangen dia
Dan dia juga kangen kamu
Aku sayang kamu
Tapi kamu sayang dia
Dan dia juga sayang kamu
Aku butuh kamu
Tapi kamu butuh dia
Dan dia juga butuh kamu
Lantas aku harus bagaimana?
Harus tetap dengan rasa yang sama?
Atau berhenti untuk sementara?









PAKAIAN YANG SAMA

Kalian tahu apa yang aku lihat?
Ya..  Orang yang sama
Kalian tahu apa yang aku pikirkan?
Ya.. paras wajah yang sama
Dia berdiri di tempat yang sama
Memakai baju yang biasa ia kenakan setiap hari
Ya..
Orang itu teman saya
Memakai baju bermotif kotak-kotak dengan warna kesukaannya
Celana hitam memanjang menutupi kedua kakinya
Sepatu kulit hitam memudar membalut selaput jari-jarinya
Setiap hari
Setiap waktu
Orang itu memakai pakaian yang sama



BAPAK ITU..

Bapak itu..
Rapi rambutnya dengan garis putih di belakangnya..
Bapak itu..
Coba lihat kumisnya?betapa lucu bentuknya
Loh jangan!
Jangan tertawa!
Ada yang lucu?
Coba lihat paras mukanya yang terlalu ambisius
Serius yang tak ingin serius, ya mungkin!
Bapak itu..





SIBUK SENDIRI

Semua sibuk sendiri
Meratapi nasib yang ingin dikehendaki
Berjajar memandang layar elektronik
Tak menghiraukan dengan sekitarnya

Jari-jari mulai menari di atasnya
Berdendang mengitari urutan angka
Merajut harmoni dengan jajaran abjad
Ya ... mereka sibuk dengan dunianya
Mengapa mereka sibuk sendiri?
Tak bisakah harus bersosialisasi?
Dengan kami yang santai sekali..

Jangan dipikir!
Terlalu pemikir!
Nanti jadi loro pikir!
Pikir memikir!
Jadi kikir!






MERAHKU!

Kecil tapi berdampak besar
Kumuh tapi kau tetap teristimewa
Denganmu aku bisa menjelajah khatulistiwa
Tanpamu aku serasa tak berguna
Aku senang melihatmu berkedip-kedip
Aku sedih jika kau mulai sakit
Ya, panas yang selalu menghantuimu!
Aku serasa bersalah memforsir kau terus
Kau tak bisa mengelaknya meski aku tahu kau tak kuat menahannya
Ya, kau tahu sendiri tanpamu aku serasa tak berguna
Maafkan aku yang seperti ini
Aku bahagia memilikimu
Aku ceria bisa memanfaatkanmu
Ya, Flashdisk ku..


YOU NIE TAH

Lekuk tubuhmu membuatku tak berdaya
Rambutmu begitu panjang terurai
Tersapu gelombang angin yang membuat semakin aduhai
Rok tipis yang membalut lekuk kakimu
Membuat aku semakin panas menggigil
Gairah tubuhku semakin ingin menjamahmu
Mungkinkah itu?
Kau duduk dengan caramu sendiri
Mengepakkan kedua kakimu
Memainkan ponsel kesayanganmu
Ya.. terlihat dari sini bibirmu yang tersungging merah
Serasa meminta kecup dari bibir yang mulai mengering ini
Mungkinkah itu?

Mungkin saja! Tidak ada yang tahu akan itu semua

JARUM SUNTIK!

Aw sakit!
Ampun pak, sakit pak!
Pak sudah, aku tak kuat!
Aku tak kuat, sudahlah pak!
Jangan paksa aku!
Aku meronta!
Aku tak suka diperlakukan seperti ini!
Sudah!

Cukup!

5KRIPSI

Aku lelah memikirkanmu
Aku jenuh mendengar semua tentangmu
Risih!
Tak ada inspirasi
Tak ada landasan teori

Yaaa aku pun mati suri!

PANAS DI MUSIM SALJU

Aku melihatmu di sebrang sana
Bersama yang lain
Langit terasa akan runtuh
Hatiku begitu terasa pilu
Dulu, aku bersamamu
Dan di sini
Aku teringat masa itu

Berada dalam garis lurus sejenak mengingatmu
Namaun sungguh menyakitkan
Aku mencoba kuat seperti batu karang
Tapi nyatanya aku tak bisa
Aku seperti dedaunan yang terinjak
Aku pasrah
Aku limbung dihantam angin
Hangus terbakar terik
Beku karena salju
Kapankah hatiku hangat kembali
Menemui musim panas bahkan seminya?

Aku merindukan semua tentangmu, tentang kita berdua
Duduk berdua bersamaku bukan bersamanya
Hanya berdua dalam kebehagiaan selamanya
Masihkah ada kesempatan?


RINTIHAN AIR HUJAN

Ketika hujan datang, apa yang kalian rasakan?
Menikmati kopi panas?
Merasakan indahnya gemercik hujan?
Mendengarkan musik sendu?
Atau...
Teringat dengan kenangan masa lalu?
Kenangan bersama mantan pacar
Kenangan dengan teman sepermainan
Atau...
Kenangan menikmati hujan dengan pasangan?

Ya...
Hujan memang membawa banyak kenangan
Kenangan suka duka ceria bersama...
Ya...
Hujan selalu terasa nikmat...
Menikmati secangkir kopi atau teh
Menikmati bersama pasangan
Menikmati rasa rindu yang terpisah jarak...

Ya...
Hujan selalu indah pada waktunya
Seperti kenangan yang selalu ada
Antara aku dan kamu, kita berdua...


LIMA WANITA!

Gaduh yang aku rasakan!
Ocehan-ocehan yang terlontar dari semua mulut yang terdengar
Aku menikmatinya dengan caraku sendiri
Menyelaraskan kedua telingaku dengan bunyi yang lain
Bunyi yang aku dapatkan dari ponsel satu-satunya yang ku punya

Entah apa yang dibicarakan mereka
Tak penting!
Tak berguna!
Tapi mereka menikmatinya
Entahlah aku binggung dengan ini semua
Lima wanita yang membicarakan sesuatu dengan lantang membahana
Aku terusik disini
Ingin pergi namun aku tak bisa

Ya, karena lima wanita itu menghalangi bangkuku untuk pergi dari sini
Lima wanit gemuk yang bersuara menggelegar!


KAMI ADA DAN NYATA!

Hujan turun tak menghalangi niat kami
Badai menerpa tak mengurangi semangat kami
Kami tetap ada untuk mereka yang di sana

Kami berangkat dengan sejuta harap
Berharap yang terbaik untuk kami semua
Yaa.. Kami kembali di tempat ini
Aroma lapangan hijau yang muncul setelah diguyur hujan turun
Aku melihat banyak orang disini, menginnginkan yang terbaik dengan caranya sendiri
Ah sudah lama aku tak berkunjung ke sini
Melihat tribun yang mulai rusak karena tergerus zaman
Ah aku sangat rindu dengan tempat ini
Dengan semua yang ada di sini
Berteriak, bernyanyi, bergoyang, menyalakan api bahkan ada yang tak sungkan untuk berdiri bertelanjang dada di depan khalayak
Itu alasan mengapa aku kembali
Kembali menjamahmu, kembali mengunjungimu
karena aku rindu dengan suasana seperti ini

Kalian semua adalah bagian dari aku
Aku mencintai kalian semua
Kita adalah keluarga
Kita adalah saudara
Kita semua adalah aremania
Ya suporter yang selalu ada dikala suka ataupun duka
Tidak kemana-mana tapi ada di mana-mana

Salam Satu Jiwa! AREMA


SEMUA TERASA ISTIMEWA

Jingganya senja sudah berganti menjadi gelapnya malam
Kumandang adzan sudah terdengar di sudut kota ini
Lalu lalang kendaraan tetap menikmati alunan suara adzan
Mereka tak berhenti, walau seharusnya mereka berhenti

Ya inilah kota yang sengat penuh cerita
Kota yang sejatinya banyak pasangan pemuda pemudi menjalin asmara
Asmara untuk masa depan mereka jikala menikah nanti

Sinar rembulan sudah menampakkan wujudnya
Menyinari mereka semua yang sedang menikmatinya
Menikmati hangatnya suasana bersama orang yang dicintainya
Angin malam sudah mulai berhembus dingin merasuk ke dalam celana
Memberikan suasana menggairahkan untuk mereka yang asik berdua
Membuat terlena dengan dinginnya malam dengan sinar rembulan yang memesona
Menjadikan malam semakin indah semakin nikmat jika dirasa berdua

Memang kota ini sangat memesona
Tatanan lampu kota yang gemerlap
Gaya hidup orangnya yang terlihat istimewa
Lalu lalang kendaraan yang tak pernah sabar menunggu giliran jalan
Udara dingin yang selalu ada di setiap harinya
Semua terasa menyatu membentuk suatu makna
Makna yang menunjukkan bahwa kota ini benar-benar ada
Ada dengan segala cerita dan kenangan yang mengikutinya
Yaa.. Kota ini..

Memang Malang kota yang teramat istimewa..