Selasa, 22 Januari 2013

Takutnya Ku TER-JE-BAK


Hai hai selamat malam @oriin_, apa kabar kamu malam ini? Pasti lagi stalking twitternya siapa gitu yah? Atau lagi di depan kaca, sambil mantengin wajahmu yang terlalu manis gitu? :p Aaah semoga kamu baik-baik saja ya, soalnya 2 hari ini blm ketemu kamu sama sekali di kampus, jadi khawatir gitu kalau kamu kenapa-kepana. Halah.

Oh kamu salah bgt kalau aku nganggur di kosan, aku tadi hbis dilantik menjadi pengurus HMJ Sasindo loh, kamu ga pengen ngasih ucapan gitu ke aku? Atau apalah bingkisan atau piagam gitu? Tapi aku ga berharap secara materi sih, pengennya yg kamu bisa aja deh :3

Oh iya, kamu nawarin aku buat membimbing kamu biar lebih peka ya? Aku sih bisa-bisa aja sih ngajarin kamu gitu, tapi yah gimana yah, takutnya kalau ngajarin gitu malah nanti kejebak ama friendzone, ahaha. Yah gini aja deh, kamu cari di google aja bagaimana biar seseorang bisa menjadi individu yang lebih peka, lah ntar kamu praktekin gitu deh ke siapa, aku sih berharap ke aku, tapi aku bukan orang arab, jadi yah aku sadar lah ga mungkin kamu mememilih aku gitu, lagian pasti kamu ga tega jika aku kamu jadiin kelinci percobaan, ya kan? Tapi tapi aku setuju loh ama pernyataanmu yang mungkin kamu lebih berhati-hati saja untuk mengartikan sikap atau perhatian lelaki kepadamu. Yah meski berhati-hati kamu juga bisa kan melihat sesorang itu dari prilaku atau kpribadiannya individu itu, jadi kalau emng udh kenal lama, atau udh tau kpribadiannya, yauda kadar ke-peka-annya ditambah, hehe :)
Yauda Mit, aku mau ngelanjutin main PES dulu sama anak-anak, kalau kamu udah cari di internet soal ke-peka-an langsung dipraktekin yaah, sukses yah. Ingat loh udah semsester 4, masa masih jomblo aja sih? Ga bosen gitu jadi obat nyamuknya si nene menye. Akuuuu mendukunggmuu kaaaak :)

Penyemangatmu
Mohammad Ilham Ar Rozaq (@iylhamARZ23)

Jumat, 18 Januari 2013

Kamu P-E-K-A, aku P-E-K-A, kita PEKA-PEKAAN!



Selamat malam hey kamu yang selalu histeris ketika melihatku @oriin_ ! Oke sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih untuk surat cintanya, karena berkat surat itu saya lebih bersemangat untuk menjalani hari-hariku selanjutnya. Yah FYI aja sih kalau surat yang aku tulis ini adalah surat pertama di usiaku yang ke 19, dan yang pertama yang aku terbitin di blog 1 tahun terakhir ini, bisa dibayangkan betapa spesialnya surat ini untukku, untukmu, untuk kita berdua, Arinda Mita.

Suratmu kemarin isinya begitu cetar membahan ulalala, nah karena sosokmu begitu abstrak seabstrak lukisannya anak dkv, sosokmu begitu kaku sekaku ketika kamu bertemu mas cumi, ahh tapi itu ga penting kok, tenang aja. Selagi kamu masih jomblo, aku gak akan membuka semua kartumu, kasihan kamunya nanti susah dapat jodoh, dan larinya pasti ke aku :’)

Aku boleh cerita kan yah? Pas ulang tahunku kemarin tuh kan kuliah, lah ada mata kuliah yang namanya “Analisis Wacana Bahasa”, nah itu membahas tentang kepekaan soal bahasa, engga tahu kenapa ketika dosenku menyebutkan kata ‘peka’ ingatanku langsung menuju sosokmu, Mit. Dan seiring itu dosenku pun memberikan contoh tentang kepekaan seseorang terhadap bahasa atau kode, nah kyk gini contohnya

Pada suatu malam yang dingin, sunyi, gerimis, dan dihiasi lampu yang redup, tak lupa acara televisi yang romantis. Ada sepasang Suami Istri yang sedang bercengkrama asik di ruang tengah, kemudian sang Suami berkata kepada Istrinya “Dingin yah, Ma?” lalu sang Istri pun menjawab “Iya Pa, dingin”. Kata dosenku kalau ada Istri yang ditanyai Suaminya dan menjawab seperti itu, maka layak untuk diceraikan karena kurangnya kepekaan sosok Istri terhadap apa yang diinginkan Suami, nah contoh itu tuh yang bikin malah kepikiran kamu yang selalu saja kurang peka terhadap orang di sekitarmu, khususnya lawan jenis, Mit.

Yah aku sih berharap aja semoga kamu tak menyia-nyiakan mereka yang berjuang berlabuh dikesunyian hatimu, lebih peka-lah terhadap mereka, Mit. Kamu ga ingin gitu cepet-cepet punya pasangan, yah walaupun itu tidak orang arab sih, aku sebagai sahabatmu udah berusaha sekuat tenaga menjodohkanmu, tapi apa daya usahaku tak sampai.

Dan ini kalau kamu nanti ditanyain Suamimu kayak contoh dari dosenku tadi, kamu bisa jawab dengan jawaban yang nonverbal (tindakan) seperti langsung menutup jendela, membuatkan minuman hangat, mengambil selimut, dan yang paling istimewa adalah menyeret Suamimu masuk ke dalam kamar, karena itu adalah jawaban yang diinginkan oleh Suami di dunia ini, gitu yah Mit.

JADI MULAI SEKARANG BELAJARLAH LEBIH PEKA TERHADAP LEWAN JENISMU!

Aku tahu surat ini tak sedikit pun menjawab isi suratmu kemarin, soalnya juga binggung apa yang harus dijawab, BeTeWe makasih buat suratmu itu yah, doamu begitu membahana. Yah semoga saja saya tidak lagi menjadi individu yang sok sibuk, ataupun seperti yang kau harapkan itu. Semoga kita bisa merumput kembali ke Kanjuruhan sama anak lainnya. Oke saya sudah buntu pikiran saya, gara-gara temen kost saya yang kena musibah kehilangan dompet pas belu lalapan. Oke semoga persahabatan kita akan terjalin selamanya karena perlu kamu sadari bahwa kamu adalah sahabat yang begitu menarik, namun sampai saat ini menariknya dari sisi mana, saya belum menemukannya,Mit.



Tertanda,
Mohammad Ilham Ar Rozaq (@iylhamARZ23)