Selasa, 12 Februari 2013

Tenang, Damai, Tentramlah Bung!!


Tenang, Damai, Tentramlah Bung!!
Mohammad Ilham Ar Rozaq

Ku berlari ke arah depan pandanganku
Menerjang lalu lalang kibasan polusi dan debu
Memecah suara kebisingan kendaraan di siang itu

            Ku tapaki deretan batu nisan yang tersusun rapi
            Menembus semerbak harum melati yang begitu wangi
            Hening!
            Damai!
            Tentram!
           Terkadang terdengar suara usapan angin yang menghempas pepohonan

Panas siang itu tak sepanas ketika engkau berjuang
Ramai siang itu tak seramai ketika engkau berperang
Suara berisik siang itu tak sebanding dengan suara dentuman senjata saat engkau bertarung
Merahnya kamboja itu tak semerah ketika darahmu bercucuran di medan perang

            Kau berjuang menembus belantara pasukan koloni
            Tak lagi kau pikirkan detik demi detik berharga bersama sang istri
            Engkau abdi segalanya untuk negeri tercinta ini

Tenanglah, Bung!
Damailah, Bung!
Tentramlah, Bung!
Jasamu sudah ada di otak kami
Semangatmu sudah ada di raga kami
Ku gapai masa depanku untukmu pahlawanku,
Dan percayalah akan ku jaga selalu nama baik negeri ini
Hari ini, hari esok, dan selamanya sampai raga ini mengabdi seperti dikau