Tenang, Damai, Tentramlah
Bung!!
Mohammad
Ilham Ar Rozaq
Ku
berlari ke arah depan pandanganku
Menerjang
lalu lalang kibasan polusi dan debu
Memecah
suara kebisingan kendaraan di siang itu
Ku tapaki deretan batu nisan yang
tersusun rapi
Menembus semerbak harum melati yang
begitu wangi
Hening!
Damai!
Tentram!
Terkadang terdengar suara usapan
angin yang menghempas pepohonan
Panas
siang itu tak sepanas ketika engkau berjuang
Ramai
siang itu tak seramai ketika engkau berperang
Suara
berisik siang itu tak sebanding dengan suara dentuman senjata saat engkau
bertarung
Merahnya
kamboja itu tak semerah ketika darahmu bercucuran di medan perang
Kau berjuang menembus belantara
pasukan koloni
Tak lagi kau pikirkan detik demi
detik berharga bersama sang istri
Engkau abdi segalanya untuk negeri
tercinta ini
Tenanglah,
Bung!
Damailah,
Bung!
Tentramlah, Bung!
Tentramlah, Bung!
Jasamu
sudah ada di otak kami
Semangatmu
sudah ada di raga kami
Ku
gapai masa depanku untukmu pahlawanku,
Dan
percayalah akan ku jaga selalu nama baik negeri ini
Hari
ini, hari esok, dan selamanya sampai raga ini mengabdi seperti dikau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar