Selamat malam hey kamu yang selalu
histeris ketika melihatku @oriin_ ! Oke sebelumnya aku mau ngucapin terima
kasih untuk surat cintanya, karena berkat surat itu saya lebih bersemangat
untuk menjalani hari-hariku selanjutnya. Yah FYI aja sih kalau surat yang aku
tulis ini adalah surat pertama di usiaku yang ke 19, dan yang pertama yang aku
terbitin di blog 1 tahun terakhir ini, bisa dibayangkan betapa spesialnya surat
ini untukku, untukmu, untuk kita berdua, Arinda Mita.
Suratmu kemarin isinya begitu cetar
membahan ulalala, nah karena sosokmu begitu abstrak seabstrak lukisannya anak
dkv, sosokmu begitu kaku sekaku ketika kamu bertemu mas cumi, ahh tapi itu ga
penting kok, tenang aja. Selagi kamu masih jomblo, aku gak akan membuka semua
kartumu, kasihan kamunya nanti susah dapat jodoh, dan larinya pasti ke aku :’)
Aku boleh cerita kan yah? Pas ulang
tahunku kemarin tuh kan kuliah, lah ada mata kuliah yang namanya “Analisis
Wacana Bahasa”, nah itu membahas tentang kepekaan soal bahasa, engga tahu
kenapa ketika dosenku menyebutkan kata ‘peka’ ingatanku langsung menuju
sosokmu, Mit. Dan seiring itu dosenku pun memberikan contoh tentang kepekaan
seseorang terhadap bahasa atau kode, nah kyk gini contohnya
Pada suatu malam yang dingin, sunyi,
gerimis, dan dihiasi lampu yang redup, tak lupa acara televisi yang romantis.
Ada sepasang Suami Istri yang sedang bercengkrama asik di ruang tengah,
kemudian sang Suami berkata kepada Istrinya “Dingin yah, Ma?” lalu sang Istri
pun menjawab “Iya Pa, dingin”. Kata dosenku kalau ada Istri yang ditanyai
Suaminya dan menjawab seperti itu, maka layak untuk diceraikan karena kurangnya
kepekaan sosok Istri terhadap apa yang diinginkan Suami, nah contoh itu tuh
yang bikin malah kepikiran kamu yang selalu saja kurang peka terhadap orang di
sekitarmu, khususnya lawan jenis, Mit.
Yah aku sih berharap aja semoga kamu
tak menyia-nyiakan mereka yang berjuang berlabuh dikesunyian hatimu, lebih
peka-lah terhadap mereka, Mit. Kamu ga ingin gitu cepet-cepet punya pasangan,
yah walaupun itu tidak orang arab sih, aku sebagai sahabatmu udah berusaha
sekuat tenaga menjodohkanmu, tapi apa daya usahaku tak sampai.
Dan ini kalau kamu nanti ditanyain
Suamimu kayak contoh dari dosenku tadi, kamu bisa jawab dengan jawaban yang
nonverbal (tindakan) seperti langsung menutup jendela, membuatkan minuman
hangat, mengambil selimut, dan yang paling istimewa adalah menyeret Suamimu
masuk ke dalam kamar, karena itu adalah jawaban yang diinginkan oleh Suami di
dunia ini, gitu yah Mit.
JADI MULAI SEKARANG BELAJARLAH LEBIH
PEKA TERHADAP LEWAN JENISMU!
Aku tahu surat ini tak sedikit pun
menjawab isi suratmu kemarin, soalnya juga binggung apa yang harus dijawab, BeTeWe makasih buat suratmu itu yah,
doamu begitu membahana. Yah semoga saja saya tidak lagi menjadi individu yang
sok sibuk, ataupun seperti yang kau harapkan itu. Semoga kita bisa merumput
kembali ke Kanjuruhan sama anak lainnya. Oke saya sudah buntu pikiran saya,
gara-gara temen kost saya yang kena musibah kehilangan dompet pas belu lalapan.
Oke semoga persahabatan kita akan terjalin selamanya karena perlu kamu sadari
bahwa kamu adalah sahabat yang begitu menarik, namun sampai saat ini menariknya
dari sisi mana, saya belum menemukannya,Mit.
Tertanda,
Mohammad Ilham Ar Rozaq (@iylhamARZ23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar