Jumat, 18 Januari 2013

Kamu P-E-K-A, aku P-E-K-A, kita PEKA-PEKAAN!



Selamat malam hey kamu yang selalu histeris ketika melihatku @oriin_ ! Oke sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih untuk surat cintanya, karena berkat surat itu saya lebih bersemangat untuk menjalani hari-hariku selanjutnya. Yah FYI aja sih kalau surat yang aku tulis ini adalah surat pertama di usiaku yang ke 19, dan yang pertama yang aku terbitin di blog 1 tahun terakhir ini, bisa dibayangkan betapa spesialnya surat ini untukku, untukmu, untuk kita berdua, Arinda Mita.

Suratmu kemarin isinya begitu cetar membahan ulalala, nah karena sosokmu begitu abstrak seabstrak lukisannya anak dkv, sosokmu begitu kaku sekaku ketika kamu bertemu mas cumi, ahh tapi itu ga penting kok, tenang aja. Selagi kamu masih jomblo, aku gak akan membuka semua kartumu, kasihan kamunya nanti susah dapat jodoh, dan larinya pasti ke aku :’)

Aku boleh cerita kan yah? Pas ulang tahunku kemarin tuh kan kuliah, lah ada mata kuliah yang namanya “Analisis Wacana Bahasa”, nah itu membahas tentang kepekaan soal bahasa, engga tahu kenapa ketika dosenku menyebutkan kata ‘peka’ ingatanku langsung menuju sosokmu, Mit. Dan seiring itu dosenku pun memberikan contoh tentang kepekaan seseorang terhadap bahasa atau kode, nah kyk gini contohnya

Pada suatu malam yang dingin, sunyi, gerimis, dan dihiasi lampu yang redup, tak lupa acara televisi yang romantis. Ada sepasang Suami Istri yang sedang bercengkrama asik di ruang tengah, kemudian sang Suami berkata kepada Istrinya “Dingin yah, Ma?” lalu sang Istri pun menjawab “Iya Pa, dingin”. Kata dosenku kalau ada Istri yang ditanyai Suaminya dan menjawab seperti itu, maka layak untuk diceraikan karena kurangnya kepekaan sosok Istri terhadap apa yang diinginkan Suami, nah contoh itu tuh yang bikin malah kepikiran kamu yang selalu saja kurang peka terhadap orang di sekitarmu, khususnya lawan jenis, Mit.

Yah aku sih berharap aja semoga kamu tak menyia-nyiakan mereka yang berjuang berlabuh dikesunyian hatimu, lebih peka-lah terhadap mereka, Mit. Kamu ga ingin gitu cepet-cepet punya pasangan, yah walaupun itu tidak orang arab sih, aku sebagai sahabatmu udah berusaha sekuat tenaga menjodohkanmu, tapi apa daya usahaku tak sampai.

Dan ini kalau kamu nanti ditanyain Suamimu kayak contoh dari dosenku tadi, kamu bisa jawab dengan jawaban yang nonverbal (tindakan) seperti langsung menutup jendela, membuatkan minuman hangat, mengambil selimut, dan yang paling istimewa adalah menyeret Suamimu masuk ke dalam kamar, karena itu adalah jawaban yang diinginkan oleh Suami di dunia ini, gitu yah Mit.

JADI MULAI SEKARANG BELAJARLAH LEBIH PEKA TERHADAP LEWAN JENISMU!

Aku tahu surat ini tak sedikit pun menjawab isi suratmu kemarin, soalnya juga binggung apa yang harus dijawab, BeTeWe makasih buat suratmu itu yah, doamu begitu membahana. Yah semoga saja saya tidak lagi menjadi individu yang sok sibuk, ataupun seperti yang kau harapkan itu. Semoga kita bisa merumput kembali ke Kanjuruhan sama anak lainnya. Oke saya sudah buntu pikiran saya, gara-gara temen kost saya yang kena musibah kehilangan dompet pas belu lalapan. Oke semoga persahabatan kita akan terjalin selamanya karena perlu kamu sadari bahwa kamu adalah sahabat yang begitu menarik, namun sampai saat ini menariknya dari sisi mana, saya belum menemukannya,Mit.



Tertanda,
Mohammad Ilham Ar Rozaq (@iylhamARZ23)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar